Polman, Identitas.co.id — Tepat dihari lahir Pancasila, Tanggal 1 Juni, Bakal Calon Wakil Bupati Polman, Zainal Abidin, periode 2024-2029 kembali menggalang restu dari tokoh-tokoh ulama Polman.

Ditemani dua Aktifis Dakwah Asia tenggara, Gazali Patonangi dan Agussalim, Zainal Abidin bersilaturahim ke kediaman Ustadz Multazam, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Kenje di Campalagian.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas beberapa isu penting terkait kemajuan pesantren di Polman. Salah satu topik utama yang dibicarakan adalah kemandirian ekonomi pesantren melalui pemanfaatan wakaf-wakaf produktif, seperti yang dilakukan oleh Yayasan Al Azhar di Mesir.

Zainal Abidin menekankan pentingnya model wakaf produktif ini untuk mendukung keberlangsungan operasional pesantren secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, Zainal Abidin juga memaparkan rencana untuk membangun Pusat Studi Islam.

“Pusat studi ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan sumber daya manusia di Polman, dengan menyediakan fasilitas belajar bagi pesantren dan sekolah non-pesantren yang terpusat dan terintergasi,” kata Zainal Abidin.

Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan memperkuat akhlak generasi penerus di Polman, khususnya generasi Z dan milenial.

Ustadz Multazam mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Zainal Abidin. Ia mengatakan bahwa konsep wakaf produktif yang diperjuangkan oleh Zainal Abidin bersama Gazali Patonangi dan Agussalim selama sepuluh tahun terakhir sangat relevan dan bermanfaat bagi pesantren.

Ustaz Multazam juga menyatakan ketertarikannya untuk lebih mendalami dan menerapkan konsep ini di pondok pesantren yang ia pimpin.

Kunjungan ini diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pondok pesantren dalam memajukan pendidikan dan kemandirian ekonomi umat.

Dukungan dari para ulama dan pimpinan pesantren di Polman diharapkan dapat menjadi modal penting bagi Zainal Abidin dalam mewujudkan visi dan misinya sebagai calon Wakil Bupati Polman periode 2024-2029. (Rls)