Mamasa, Identitas.co.id – Bencana alam berupa tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sejak pekan lalu  mengakibatkan tiga Desa di wilayah tersebut masih terisolir.

Tiga Desa yang masih terisolir yakni Desa Saludengen, Desa Rante Tarima dan Desa Salu Kepopo, sebanyak 300 KK yang terdampak longsor, mereka masih kesulitan keluar masuk Desa akibat jalan ke Desa tersebut masih tertimbun material longsor berupa tanah dan bongkahan batu besar.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 20 Kilometer menuju ibu kota Kecamatan, melewati material longsor.

Di wilayah ini terdapat 14 titik longsor yang menutup akses jalan dan pemukiman warga. Pemerintah setempat telah mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan material longsor.

Namun upaya yang dilakukan terhambat lantaran kondisi cuaca yang masih ekstrem menyulitkan alat barat bekerja secara maksimalkan, sehingga saat ini baru bisa menyelesaikan satu titik longsoran di wilayah tersebut.

Setelah berhasil membersihkan satu titik longsor di Desa Saluassing,  satu dari empat Desa sudah terbuka, sementara tiga desa lainnya masih terisolir.

Sebelummya, pemerintah mengerahkan tiga alat berat untuk membersihakan material longsor yang berada di Kecamatan Bambang, dua lainnya berada di jalur penghubung antara Desa Sendana Kecamatan Mambi menuju Desa Bambang Becamatan Bambang.

Kepala Desa Saluassing, Warman Wirawan mengatakan, mengatakan untuk wilayah tiga desa yang sampai saat ini masih terisolir, membutuhkan penambahan alat berat, sebab jika hanya satu unit alat berat saja tidak mampu menyelesaikan pembersihan dalam waktu singkat.

“Untuk penghubung Desa Saludengeng dengan Saluassing sampai saat ini masih terisolir, karena ada dua batu besar yang ada di badan jalan, begitupun juga dari Saluassing ke Salu Kepopo juga masih terisolir karena jalan menuju masuk ke Salu kepopo masih ada beberapa titik yang menutup badan jalan,” kata Warman, Senin (27/5/2024).

Menurutnya, hingga saat ini alat berat belum bisa tembus ke Desa Salu Kepopo lantaran kondisi Medan yang terjal dan hujan masih terus terjadi.

“Sesuai informasi dari Pemerintah Desa Salu Kepopo bahwa alat berat belum masuk begitu juga pak Desa Salu Kepopo itu karena alat berat yang masih belum sampai ke sana,” jelasnya.

Sebelumnya, Curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan tebing di sisi jalan dan sekitar permukiman warga menjadi labil hingga akhirnya menyebabkan longsor di sejumlah titik di Kecamatan Bambang pada Selasa (21/5/2024).