IDENTITAS.CO.ID, MAMASA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan tebing setinggi belasan meter di di Dusun Taloang, Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan, longsor.

Material longsor tersebut menutup akses jalan kecamatan yang mengakibatkan lima Desa di Kecamatan Tabulahan terisolir, yakni Desa Tabulahan, Desa Peu, Desa Gandang Dewata, Desa Saluleang dan Desa Periangan.

Material longsor tinggi sekitar 3 meter dan lebar 6 meter yang menutup jalan ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melintas.

Material longsor yang bercampur batu dan lumpur membuat kendaraan yang nekat melewati jalan tersebut terjebak, warga sekitar lokasi dibantu aparat kepolisian dan TNI membantu mengangkat kendaraan warga yang terjebak longsor.

Selain itu mereka juga membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya untuk membuka akses kendaraan roda dua.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupate Mamasa, Gusti Hermiawan, mengatakan, kondisi di wilayah Kabupaten Mamasa saat ini tidak stabil, cuaca ekstrim melanda sejak beberapa hari terakhir yang mangakibatkan tebing longsor dan menutup akses jalan pada Kamis (30/11/2023).

“Untuk menuju tempat ini memang kondisi jalurnya sangat ekstrim, ditambah lagi longsor menutup akses jalan, sehingga mengakibatkan 5 Desa terdampak longsor tersebut,” kata Hermiawan, Sabtu (2/12/2023).

Menurutnya, material longsor yang menutup badan jalan ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melintas di jalan tersebut.

“Kemdaraan roda dua bisa melintas tapi harus dibantu manual oleh warga, mereka harus mendorong atau mengangkat motor untuk melewati material longsor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan di wilayah Tabulahan terdapat dua titik longsor, keduanya tidak dapat dilalui kendaraan.

“Ada dua titik longsor,keduanya tidak dapat dilalui kendaraan, kita akan upayakan pembersihan jalan segera mungkin,” jelasnya.

Ia berharap, Dinas terkait segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan materil longsor, sehingga warga bisa kembali beraktifitas dengan normal.

“Usaat ini TNI Polri telah berada dilokasi bersama warga bahu membahu membantu pengendara motor yang akan melintas di jalan ini, kita berharap Dinas PUPR bisa segera menurunkan alat berat untuk.membersihkan material atau paling tidak membuka akses darurat untuk sementara waktu,” jelasnya.